jump to navigation

Brang Breng Brong 24 Januari 2008

Posted by mdamt in Pop, Rock.
Tags: ,
3 comments

Walaupun sederhana, lagu yang diciptakan oleh Benjamin dan Bing Slamet ini sangat riang dan dinamis. Tanpa iringan grup musik yang mampu mengimbangi Ben, lagu ini mungkin jadi akan kurang berarti. Di dalam lagu ini terdapat dua kali break, yang mana pertama diisi dengan suara Ben yang menirukan suara-suara rebana dan yang kedua diisi dengan bit dram funk rock yang jauh berbeda dengan bit inti lagunya, plus tambahan interlude tipikal yang diisi gitar solo. Dan semuanya dibawakan dengan cukup baik oleh grup musik D’Strangers yang ada di bawah arahan Eddy/Jasir Sjam, walaupun sepertinya kurang tenaga sedikit. Mungkin kalau diiringi oleh Band Empat Nada hasilnya akan lain🙂

Dari sisi konten, lagu ini mengkritisi masyarakat masa kini yang mulai melupakan musik-musik tradisional. Bener banget🙂

Singkat kata lagu yang ada di sisi B ini (judul albumnya sama, “Brang Breng Brong“) bener-bener top dah.

Ada yang tahu tahun berapa album ini di rilis? Juga ada yang tahu suara siapa itu pada dialog di akhir lagu yang dialek Jawanya kental sekali?

Sekarang, padé lupé
Orang maén robané
Pusaké, maénan anak Betawi
Di mané-mané

Di kota’, dan di désé
Orang ngadain pésté
Semué atinyé jadi gumbiré
Begini bunyinyé

Ya nana, ya na na
Ya nana, ya na na
(Pak, timping-timping crek)
(Tbemng bemng, bemng bemng, crek)
(Timping-timping-timping-timping-timpring-ping, crek)
(Tbemng bemng, bemng bemng, crét)

Sekarang, laén lagi
Jaman udé berobé
Nyang mudé uda’an yang tué bangké
Nggak kiré-kiré

Panggil béns, buat pésté
Ngga’ lupé padé dangsé
Brang-bréng-brong, kuping kité jadi peng-ngeng
Auzubilé

One more time, he said one more time
One more time, he said one more time
(Cérérét jungkir balik)
(Cérét cérét jungkir balik)
(Cérét cérét jungkir balik)
(Cérérét jungkir balik)

(Let’s shout!)

Panggil béns, buat pésté
Ngga’ lupé padé dangsé
Brang-bréng-brong, kuping kité jadi peng-ngeng
Auzubilé

One more time, he said one more time
Once more, two more

(Lho lho lho lho, ko’ paké’ tumor seghala)
(La iya kan once more sekali lagi)
(Kalo’ dhua kali?)
(Two more!)
(Lha kalo tiga kali?)
(Kanker)
(Lha kalo berkali-kali?)
(Bengep)
*tertawa*

Lagu jiplakan Benjamin 1 Maret 2007

Posted by mdamt in Pop.
6 comments

Alfie dalam komentarnya menyiratkan adanya penjiplakan dalam lagu Benjamin. Beliau menyebutkan bahwa lagu Dahlia ternyata iramanya sama dengan lagunya Connie Francis yang berjudul Al Di La. Penasaran atas lagu ini, akhirnya saya berhasil menemukan lagu tersebut. Memang 200% mirip😀

Bagi yang penasaran klik lagu berikut:

Dalam klip tersebut lagu Al Di La ditampilkan lebih dulu, disusul dengan Dahlia. Perhatikan kemiripannya😀

Oh ya, selain Dahlia ada juga lagu Benjamin yang lain yang juga mirip-mirip dengan lagu barat lainnya. Di antaranya lagu Dul Dul Tjak yang intro gitarnya persis intro gitar dalam lagu Happy Birthday-nya The Beatles.

Ada yang lain lagi?

Kanal radio betawi baru di Internet 1 Maret 2007

Posted by mdamt in Pengumuman.
11 comments

Banyak pemirsa blog ini yang meminta saya untuk berbagi koleksi lagu betawi yang saya miliki. Namun karena terbentur oleh masalah hukum (hak cipta, dsb) maka saya tidak melakukannya. Orang dapat saja mengunduh dan menyebarkan kembali lagu yang akan saya kongsikan.

Namun akhirnya saya putuskan untuk berbagi beragam lagu betawi yang saya punya dalam bentuk aliran lagu di Internet. Dengan menggunakan metode ini maka akan lebih sulit untuk merekam dan menyebarkan kembali, karena diperlukan program khusus yang dapat merekam aliran lagu, dibandingkan dengan menyediakan berkas lagu secara langsung yang mana dengan hanya melakukan satu klik, maka lagu dapat dibawa turun ke komputernya.

Namun karena koneksi Internet yang saya gunakan di rumah cukup kecil (hanya 512 kbps), maka saya putuskan untuk menurunkan kualitas data lagu menjadi laju audio 11025 Hz dan laju bit 64 kbps. Dengan kualitas tersebut, mirip-miriplah dengan kualitas yang diperoleh dengan menggunakan radio FM transistor😀 Jumlah pendengar yang aktif dalam satu masa juga dibatasi hanya 10 orang (9 orang termasuk saya :-D)

Berikut adalah daftar seniman yang lagu-lagunya dapat dinikmati melalui jalur radio internet ini:
* Benjamin S
* Eddy Sud
* Ida Rojani
* Inneke Koesoemawati
* Gambang Kromong Irama Bersatu pimpinan Oen Oen Hok
* Gambang Kromong Slendang Betawi pimpinan Ustari
* Grup Tanjidor Kembang Ros
* Orkes Kroncong Mutiara
* Rita Zahara
* Sumiati
* Tanji Modern Grup Marga Luyu
* serta beberapa seniman yang tidak saya ketahui (sampul kasetnya hilang, dsb)

Jenis lagu yang diputar cukup beragam, mulai dari genre rock hingga Lagu Lama, kroncong hingga dangdut, gambang kromong modern hingga Lagu Sayur. Jumlah lagu hanya sedikit, kurang dari 150.

Selamat menikmati…
Alamat radio Internet:
http://radio.mnots.eu:9001/betawi
http://radio.mnots.eu:9001/betawi

#Ingin berkontribusi?
Paling tidak ada dua jenis kontribusi yang dapat saya pikirkan sekarang:
1. Kontribusi lagu
Kirimkan lagu betawi yang Anda punya kepada saya. Sebelumnya kirimkan dulu judul lagu dan seniman yang membawakannya agar dapat saya cocokkan dengan lagu yang sudah ada.
2. Kontribusi jalur Internet
Bila Anda memiliki jalur Internet berlebih dengan laju unggah minimal 512kbps, silakan buat sebuah stasiun relay agar jumlah pendengar yang dapat menikmati radio ini dapat lebih banyak lagi.

#Catatan:
* Banyak lagu yang ada dalam radio ini masih dilindungi oleh hak cipta. Kalau ada pihak-pihak yang berkeberatan dengan adanya kanal betawi ini, maka dengan sangat menyesal layanan ini akan saya tutup.
* Saya tidak menjamin radio ini bisa hidup terus, kadang kala komputer yang digunakan untuk radio ini dimatikan atau dijalankan ulang.
* Saya tidak dapat menyediakan bantuan teknis bagi Anda yang kesulitan dalam mendengarkan radio ini, silakan hubungi bagian teknis kantor Anda atau tempat Anda berlangganan Internet.
* Akses tidak sah terhadap situs dan peladen radio.mnots.eu akan ditindaklanjuti dengan pemblokiran.

Lagu lama dan lagu sayur 31 Desember 2006

Posted by mdamt in Gambang Kromong.
10 comments

Sekarang mari kita bicara sedikit berbau teknis mengenai gambang kromong🙂

Lagu betawi yang dibawakan oleh almarhum Benjamin memang kebanyakan berbahasa Betawi. Tapi tahukah Anda bahwa sebenarnya lagu-lagu gambang kromong pada awalnya menggunakan bahasa melayu/Indonesia? Iya, dulunya lagu-lagu gambang kromong justru tidak menggunakan bahasa Betawi. Benjamin juga ada loh mengeluarkan lagu gambang kromong berbahasa Indonesia, contohnya lagu “Tukang Becak”. Btw, kalau saya bilang bahasa melayu berarti bisa juga berarti bahasa Indonesia.

Menurut om Yampolsky, lagu-lagu gambang kromong dapat dibagi atas dua kategori, tapi menurut saya dapat dibagi atas tiga kategori berdasarkan kronologisnya, yaitu lagu lama, lagu sayur, lagu modern.

*Lagu lama*
Lagu lama sesuai dengan namanya, memang lagu lama. Dikenal sejak awal abad ke-duapuluh ini, lagu lama dibikin dengan menggunakan komposisi musik ciri khas Tionghoa.

Ciri khas lagu lama, selain tidak menggunakan bahasa Betawi, sebuah lagu lama dapat dibagi menjadi tiga bagian komposisi, yaitu: Pobin, komposisi musik + vokal, Lopan. Lagu-lagu lama, konon dimainkan saat ada pesta keramaian, misalnya pernikahan, atau sebagai hiburan bagi orang-orang Tionghoa yang kaya raya dan dimainkan oleh musisi-musisi peranakan (keturunan asli Tionghoa).

Pobin merupakan musik pengantar sebelum komposisi musik dan vokal utamanya dimainkan. Durasinya singkat saja, dan jeda antara Pobin dan komposisi utama tidak terlalu terasa bahkan kadang seakan saling menyambung. Judul Pobin biasanya diberi nama berdasarkan nama-nama tokoh dalam cerita-cerita Tionghoa atau nama-nama Tionghoa berdialek Hokkien lainnya. Misalnya: Pobin Poa Si Litan, Pobin Pe Pan Tau, atau Pobin Kong Ji Lok. Hokkien? Ya karena asal mula gambang kromong ini memang dari daerah Hokkien alias Provinsi Fujian di RRT.

Komposisi musik dan vokal utama dimainkan monoton. Syair diambil dari kumpulan pantun yang dikoleksi penyanyinya. Lantunan suling, kongahyan, tehyan, (“biola” dan “viola”-nya gambang kromong) dan sukong (“cello”-nya gambang kromong) mendominasi selain gambang dan kromong. Tidak ada instrumen modern yang dilibatkan. Komposisi musik dan vokal ini diberi judul menggunakan bahasa melayu.

Lagu kemudian diakhiri oleh Lopan, yaitu musik pengakhir lagu. Judul Lopan juga biasanya menggunakan nama Tionghoa, tapi ada juga yang menggunakan judul melayu, misalnya Lopan Tukang Sado.

Jadi lagu lama dapat dikombinasikan antara Pobin, musik utama dan Lopan dan sering dijumpai beberapa lagu berbeda tapi menggunakan Pobin dan Lopan yang sama. Ada juga lagu yang menggunakan Pobin dua kali (Pobin – lagu – Pobin lagi).

*Lagu sayur*
Lagu sayur beda lagi, di sini, tidak ada yang namanya Pobin dan Lopan. Langsung dimainkan itu lagunya. Lagu sayur biasanya menggunakan instrumen tambahan, misalnya klarinet atau bahkan gitar Hawaii, karena memang musiknya dipengaruhi oleh musik dari daerah Sunda hingga lagu-lagu barat.

Liriknya menggunakan bahasa melayu yang kadang-kadang terselip dialek betawi. Pada penampilannya, lagu sayur sering dipakai untuk *ngibing* alias joget.

Kenapa namanya lagu sayur? Entah, dinamakan lagu sayur mungkin karena sayur sering dijumpai sehari-hari. Jadi lagu sayur = lagu sehari-hari?

*Lagu modern*
Nah lagu modern ini adalah gambang kromongnya model yang dibawakan oleh Benjamin. Berbahasa betawi, menggunakan instrumen campuran antara gambang kromong tradisional dan instrumen modern.

Jadi begitu….
Btw yang mau tahu lebih dalam lagi bisa dengerin koleksinya om Yampolsky di sini:

Salah Telepon 7 Oktober 2006

Posted by mdamt in Gambang Kromong.
add a comment

Peristiwa yang dikisahkan dalam tembang yang dilantunkan duet Benjamin S dengan Inneke Kusumawati ini mungkin pernah Anda alami sendiri🙂

Halo halo halo 2 3 4 3 2?
Apa di sini rumenyé Siti Ruminé?
Halo émang betul, 2 3 4 3 2 (sayaaang)
Sudaré siapé mau ngomong amé siapé?

Duh masa’ iyé
Duh masa’ lupé
Emang sudaré siapé sih?
Tanya’-tanya’ Ruminé

Halo
Halo
Ruminé pacar abang yang boto
Halo
Halo
Ngga’ inget apé amé nyang semalem túúh

Idih konyol betul
Émangnyé disitu siapé?
Ko’ brani bener
Ngomong-ngomong perihal cinté

(Halow)
(Siapé si nih?)
(Alaaah, masa’ ngga’ inget suara abang)
(Siapéh?)
(Apé udé lupé waktu kité makan… juhi)

Bukan becandé
Ngga’ main-main
Sayé ngga’ kenal idiiih
Amé sudaré

Halo
Halo
Émang sayé…
(Amé siapé si sayé ngomong níh?)
Halo
Halo
Sayé enya’nyé Siti Rominé
(Hah enya’nyé?)

Aduh maap ajé
Pantesin suarényé samé
É terang samé
Sebab sayé émang enya’nyé

(Aduh bu’ )
(Maapin yé bu’ yéh )
(Tiada maap bagimu tau ngga’ lu)
(Aduh bu’ bu’ )
(Aduuh ngga’ dapet muké lagi gué dé níh)

(Halo)
(Halo)
(Sadel bener)
(Halo)

Belajar Bahasa Inggris 3 Oktober 2006

Posted by mdamt in Gambang Kromong.
4 comments

Saya tidak tahu judul pastinya, tapi lagu ini adalah sekian dari lagu Benjamin yang menggunakan beberapa kalimat dalam bahasa Inggris (lagu lainnya misalnya Superman atau Terus Turun), juga bahasa Sunda (lagu lainnya misalnya Badminton terus Jigo yang bercerita tentang wayang, dsb), dan bahasa Jawa (ini banyak sekali, di antaranya Ojo Dumeh, Misbar, dsb).

Intro lagu yang dibawakan duet dengan Ida Royani ini hampir mirip dengan lagu Ngupi, nada dan instrumen yang digunakan (bas, gitar dan biola) sama persis di awal namun sedikit berbelok di akhirnya. Mungkin berasal dari album yang sama? Bisa jadi, komposisi instrumennya mirip. Biola (mungkin teh yan tapi suaranya lebih mirip biola), krecek, bas dan gendang seimbang di kanal tengah, gitar ritem di kiri (di lagu Ngupi ada di kanan, tapi ini bisa karena rekaman Ngupi yang saya peroleh terbalik pengkabelan kanalnya saat disalin), gambang di kanan (di lagu Ngupi ada di kiri).

(Da’, lú bisa bahasa Inggris?)
(Hmm, bahasa harian guah)
(Aa sombong, coba gua tanya’)
(coba’)

I want to go itu apa?
Saya mau pergi
(good good good)
I want turu itu apa?
Sayé mau bobo’
(gelo’ gelo’)
I have a friend itu apa?
Sayé punyé temen
(bagus bagus bagus bagus)
You are a crazy girl apa?
(apé apé apéh?)
Sayé orang kaya’

(hahahahaaaa pinter pinter bodo lo yéh, hahah)
(iyé doong)

Memang kamu anak yang pinter
Pinter pinter cuman keblinger
Ngejawap asal ngejeplak
Lama-lama entar gua keplak

I don’t know apé artinya?
Saya kaga’ tau’
Coba’ dong jawap yang betul
Abdi’ teu nyahoeun

(I don’t know apa artinya?)
(Saya ngga’ tau! Aaah)
(Adu masa’ ngga’ tau, I don’t know!)
(Saya ngga’ tau!)
(Bodo lo!)
(Heeh, lo apa gua yang bodo ni)

Memang kamu anak yang pinter
Pinter pinter cuman keblinger
Ngejawap asal ngejeplak
Lamé-lamé entar gua keplak

I don’t know apa artinya?
Sayé engga’ tauuu’
Coba’ dong jawap nyang betúl
Aku ora werúh

(A bodo)
(Heeeh, gué ngladénin orang sténgé gilé nih)

Dasimah 26 September 2006

Posted by mdamt in Pop.
6 comments

Lagu tentang perselingkuhan zaman dahulu. Legenda Nyai Dasimah dilagukan dengan irama pop tapi tetap menggunakan gendang tradisional. Didengar dari suaranya dapat disimak betapa sangat menghayatinya Benjamin dalam membawakan lagu ini.

Berkali-kali saya dengar lagu ini, berkali-kali pula saya merinding. Bukan karena temanya yang menyeramkan (ada adegan tebas leher), tapi karena lagu ini benar-benar sangat bagus dibawakan oleh Benjamin, ditambah dengan musiknya yang juga sangat pas. Gendang yang membawa nafas legenda tradisional tidak terlalu mendominasi, riff gitar listrik vanila yang masuk setelah bait “Setan ceki, dendem setengah mati”, belum lagi iringan xylophonenya. Puas.

(Pata lembing pata paku)
(Selarat(?) daun delima)
(Biar katé, disruduk kambing abang mati kaku)
(Asal bisa’ idup amé nyai Dasimah)

Aduh-aduh boto(?)
Nyai Dasima, kembangnya Pejambon
Idup… idupnya sengsara, dodoy sayang
Jadi nyai nyai Belandé

Nyai kebedol atinyé
Amé Sami’un kusir sado Tané Nyonyé
Samé-samé jatú cinté, dodoy sayang
Ma’ Buyung comblangnyé

Hayati bini Sami’un,
Sétan ceki, dendem setengah mati
Minta’ tulung bang Uasé, bikin abis
Riwayat Nyai Dasimé, aduuuh

Nyai dipegat bang Uasé
Di jembatan, beléh kulon kampung Kwitang
Dibabat batang lehernyeh, aduuuh sayang
Dasimé tinggal naményéh

Nyai Dasimé ngeglundung,
Glundang glundung, nyemplung ke kali Ciliwung
Sami’un rontok atinyéh, aduuh sayang
Bunuh diri ikut nyemplung

(Dasimah…)
(Biar katé di lautan api…)
(Abang ikut juga’ Dasimah….)

Hayati bini Sami’un,
Sétan ceki, dendem setengah mati
Minta’ tulung bang Uasé, bikin abis
Riwayat Nyai Dasimé, aduuuh

Nyai dipegat bang Uasé
Di jembatan, belé kulon kampung Kwitang
Dibabat batang lehernye, dodoy sayang
Dasimé tinggal naményéh

Nyai Dasimé ngeglundung,
Glundang glundung, nyemplung ke kali Ciliwung
Sami’un rontok atinyé, dodoy sayang
Bunu diri ikut nyemplung

(Dasimah…)
(Biar katé di dunia kité ngga’ ketemu,)
(Di akherat kita bersamé Dasimah…)
(Dasimaaaahhh….)
(Dasimaaaahhh….)
(Dasimaaaahhh….)

Penganten 30 Mei 2006

Posted by mdamt in Gambang Kromong.
2 comments

Versi betawi “Tenda Biru”. Ga tau deh apakah kisah macam ini pernah kejadian dalam kehidupan orang betawi. Sepertinya sih pernah heheheheh.

Bang Mamat ngapé duduk bengong ajé
Malu’ dong tu tamu padé ngliatin
Duh Miné ati’ abang deg degan
Rasényé badan abang padé dingin

Bang Mamat é kenapé
Tampangnyé jadi pucet
Engga’ kenapé-napé
Abang ga’ bisa’ bilang

Entar dikaté apé pengantén sedih ajé
Sedi bukannyé sedi
Rasé dibakar api

Siape tuh yang melototin ayé
Tetamu kenapé merongos ajé?
Aih Miné abang minta’ ampun ajé
Nyang dateng sebenernyé bini gué

(Ngga mau’)
(Íh kenapé ah sst…)
(Oga oga)
(Ayúh)
(Gú kirain lu masih polos)
(Émangnyé gué buku catetan)

Bang Mamat ngapé duduk bengong ajé
Malu’ dong tu tamu padé ngliatin
Duh Miné ati’ abang deg dekan
Rasényé badan abang padé dingin

Bang Mamat é kenapé
Tampangnyé jadi pucet
Engga’ kenapé-napé
Abang ga’ bisa’ bilang

Entar dikaté apé pengantén sedih ajé
Sedi bukannyé sedi
Rasé dibakar api

Siape tuh yang melototin ayé
Tetamu kenapé merongos ajé?
Duh Miné abang minta’ ampun ajé
Nyang dateng sebenernyé bini gué

(Sekarang lú baru ketauan yé?)
(Ssst éh éh éh)
(Dulu lú ngaku’ perjaké samé gué)
(Malú’ dong banyak tamu tuh)
(Terusin kaga’ ni jadi pengantén)
(Terusin dé ah, tanggung)

Tebak-tebakan 29 Desember 2005

Posted by mdamt in Gambang Kromong.
3 comments

Lagu tebak-tebakan yang dinyanyikan secara duet oleh Benjamin dan Ida Royani ini sangat sederhana. Cuma diiringi gambang, gendang, gong, dan organ. Rupanya gregetnya ada dalam liriknya. Lagu ini dapat ditemukan dalam satu kaset yang sama dengan lagu Ketemu Lagi, yaitu lagu yang dinyanyikan Ben dan Ida setelah Ida kembali dari Malaysia.

Benyamiiiin,
Apéh
Yu’ maén tebak-tebakan yu’,
Ga’ ah, gué lagi nyuci’ béha
Héh, nyuci béha’, malu’ tu didengerin orang
Mang kenapéh? Béha-kan baju dan handuk, heh nak ajé

Ayo Benyamin, nyo’ maén tebak-tebakan
Daripadé daripadé lo repot ajé
Kalo bisa’ kalo bisa’ gué upain
Tinggal sebut tinggal bilang apé maunyé

Coba’ tebak coba’ tebak binatang apé
Palé di kaki, kupingnyé juga’ di kaki
Jangan tebak jangan tebak semau gué
Coba pikir coba pikir binatang apé

Tebakanlú gilé tebakan orang senéwen
Masa’ lé binatang palényé adé di kaki

(Ayo coba’ tebak, apaan?)
(A binatang apé tú?)
(Poko’nye palanyé adé di kaki mulutnyé adé di kaki tangannyé adé di kaki kakinyé adé di kaki)
(Wah gú ga’ tau déh)
(Mo tau?)
(Maú’ maú’)
(Semut keinjek)
(Waiyéé gué kaga’ tau masa’ segitu ajé, sekarang gantian tebak heh)

Ayo Ida ayo Ida gantian nebak
Daripadé bengong elú ngelamún ajé
Kalo bisa’ kalo bisa’ gué upain
Tinggal sebut tinggal bilang tar gú belíín

Coba’ tebak coba’ tebak binatang apé
Palé di kaki dengkulnyé adé di mulút
Maté di puser pusernyé adé di rambút
Kuping di maté matényé adé di dengkul

Tebakanlo gilé tebakan orang senéwen
Masa’ é binatang mulutnyé adé di dengkul

(Ayo lo tebak, botak botak sekarang lú)
(Apaan, dengkul adé di mulut adé di rambut, ga taú’ ah)
(Mo tau?)
(Paan?)
(Binatang ancúr-ancúran, haha)
(Binatang ancur-ancuran, apaan tu ah)
(Binatang ketubruk trek)
(Ééé curang lú orang gilé juga’ bisa’ jawabnyé)
(ahaaaaaaai)

Djenggot Sempong 29 Oktober 2005

Posted by mdamt in Gambang Kromong.
4 comments

Ini lagu bukan lagu Benjamin, entah siapa yang menyanyikannya. Lagu dengan iringan gambang kromong plus gitar listrik. Ceritanya tentang Djenggot Sempong, entah siapa itu, cerita yang tidak populer. Ditilik dari si penyanyi sepertinya berasal dari Betawi pinggir, karena aksen tengahnya tidak konsisten. Juga dilihat dari judulnya, sempong yang berarti miring merupakan kosa kata Betawi pinggir. Musiknya bagus dan gambang kromong sekali, apalagi intronya.

(Ikan kakap ikan moa’nya)
(Sayur lompong gua kentelin)
(Minta maap orang semuanya)
(Niiiih, jenggot sempong lu kenalin, huahahahahaha)

Ni kenalin si Jenggot Sempong
Jadi jago’ jalalelakon
Namé terkenal udé klilingan
Belon pernah dapet tandingan

Jenggot Sempong bukan bikinan
Kumis panjang kaya pikulan
Ta peduli Jabrik amé Jampang
Jenggot Sempong tetep menantang

*
Jenggot Sempong orangnyé kejem
Rupényé bengis tampangnyé serem
Srépét jeblok dari ganasnyé
Gagak putih nama goloknyé

Jenggot Sempong duduk bertekun
Siapa yang dateng salamualaikum
Disambutnyé walaikum salam
Apa kabar datengnyé kawan

(Éit, lú mo coba-coba gué, bolé bolé)
(Ayo, bolé, coba lú kasi juruslu) (hiaat hiaat)
(Kenalin, jurus Kléndér Pangkalan Jati, hahahaha)

Ni kenalin si Jenggot Sempong
Jadi jago’ jalan lelakon
Namé terkenal udé klilingan
Belon pernah dapet tandingan

Jenggot Sempong bukan bikinan
Kumisnyé panjang kaya pikulan
Ta peduli Jabrik amé Jampang
Jenggot Sempong tetep menantang

**
Jenggot Sempong orangnyé kejem
Rupényé bengis tampangnyé serem
Srépét jeblok dari ganasnyé
Gagak putih namé goloknyé

Jenggot Sempong duduk bertekun
Siapa yang dateng salamualaikum
Disambutnyé walaikum salam
Apé kabar datengnyé kawan

(Éh édi’!)
(Ya im!)
(Adúh gua kira siapa lúh) (Adúh)
(Untung ga’ ilang kepalalú lú, hah)
(Bener bener, yayaya’)
(Maapin ya tong ya’)
(ya tong)
(Duduk ni duduk) (He eh)
(Duduk duduk duduk)
(Aa ya ya duduk hehh)